Senin, 11 September 2017

REVIEW ATOMIC BLONDE

Mungkin banyak yang akan membandingkan Atomic Blonde dengan John Wick Bahkan berfikir bahwa atomic blonde adalah john wick versi perempuan, apalagi kalau anda pernah melihat trailernya yang dipenuhi baku hantam dengan kekerasan tingkat tinggi. wajar kiranya jika anda berpikir demikian apalagi jika melihat siapa yang berdiri dibelakang layar atau sutradara yang mengarahkan film ini adalah salah satu dari duet sutradara yang sukses memperkenalkan sosok john wick, yap david leitch adalah sosok dibelakang kemudi atomic blonde. tapi yakinlah Atomic Blonde jelas jauh  berbeda dengan john wick meski harus diakui ketika melihat aksi baku hantamnya anda mungkin akan teringan dengan sosok john wick. seperti yang saya jelaskan sebelumnya atomic blonde itu berbeda dengan john wick, jika john wick menceritakan tentang misi balas dendam pembunuh bayaran yang diusik kehidupannya setelah pensiun, atomic blonde sendiri disadur dari novel graphis the coldest city karangan anthony johnston yang bercerita tentang usaha Lorraine Broughton (Charlize Theron) untuk mendapatkan jam tangan berisi daftar nama mata-mata yang bekerja di wilayah uni soviet sebelum peruntuhan tembok berlin setelah agen sebelumnya james gascoigne dinunuh oleh agent kgb yuri bakhtin. dalam usahanya tersebut lorraine dibantu oleh seorang konta MI6 di berlin bernama David Percival (James Mc Avoy) , selain itu Lorraine juga harus berhadapan dengan agen KGB yang juga ingin mendapatkan daftar serta berusahah mengungkap identitas Satchel agen ganda yang berkhianat terhadap MI6.

Atomic Blonde jelas merupakan film spionase yang dipenuhi tipu muslihat dan konspirasi didalamnya. mengambil alur maju mundur kita akan diperlihatkan adegan pembuka ketika lorraine diinvestigasi oleh agen senior MI6 dengan didampingi oleh agen CIA tentang misi yang dilaksanakannya di jerman, disini mungkin anda akan bertanya kenapa ada agen CIA dalam investigasi tersebut hail ini seolah memperlihatkan rasa tidak saling percaya satu sama lain bahkan dalam tubuh MI6 sendiri. selanjutnya alur akan mundur kembali ke misi yang dijalani Lorraine. jika sebelumnya Leitch sudah menujukkan adanya tidak ada saling percaya satu sama lain diantara tokohnya, maka pada scene-scene selanjutnya kita akan melihat banyak konspirasi guna menebalkan tema spionase yang diangkat.

Atomic Blonde merupakan film spionase yang menurut penulis cukup kompleks dan membutuhkan banyak energi untuk memahami alur ceritanyayang penuh dengan tipu muslihat dan konspirasi. tidak semua karakter bisa dipercaya dan semua berpotensi untuk saling berkhianat dan membunuh guna mendapatkan list berisi nama mata-mata tersebut. bahkan untuk tokoh utamanya pun berada dalam zona abu-abuguna menuntaskan misi negara yang diembanya atau ada motif lain yag dimiliknya bahkan walau twist mengungkap jati diri tokoh utamanya tidak serta merta membuat kamu memahami jalan cerita yang sudah dibuat kacau oleh David Leitch.David Leitch seolah  kesulitan menyambung tiap sub plot dalam Atomic Blonde yang membuat David Leitch terjebak dalam cerita yang dibuatnya sendiri yang mugkin bakal berimbas pada penoton yang dibuat bingung dengan tokoh utamanya serta motif dan tujuan dari tiap-tiap karakter disini termasuk Lorraine sang tokoh utama yang dipertanyakan tentang tujuanya menjalankan misi, untuk kepentingan MI6 atau justru kepentingan pribadi. untuk adegan actionnya tidak perlu diragukan lagi kpiwaian David Leitch dalam menciptakan koreografi action yang apik. meski tidak memliki porsi yang dominan tetapi ketika momen itu datang adegan actionnya akan sangat mengguncangkan baku hantam yang diolah dengan koreografi apik membuat semua adegan actionnya terasa spektakuler dengan porsi yang terbatas dalam film ini.

Untuk sosok jagoan sendiri applaus buat Charlize Theron yang bermain dengan sangat baik, cool sekaligus badass bagi para musuhnya. bahkan demi totalitas dalam berperan penulis sempat membaca bahwa Charlize Theron harus kehilangan dua giginya demi melakoni adegan baku hantam dengan musuhnya tanpa menggunakan stuntman. tidak pas rasanya kalau tidak membicarakan James Mc Avoy yang bermain baik sebagai sosok yang mencurigakan guna mengimbangi  keangkeran charlize theron. serta Sofia Boutella yang disini hanya tampil sebagai pemanis dengan karakter yang tidak terlalu dominan seperti Mc Avoy dan Theron.

Nuansa neon dan musik elektro popakan menghiasi selama jalannya film seolah mengingatkan dengan backsound khas john wick. wajar kiranya jika film atomic blonde di labeli R rated bukan hanya karena adegan actionnya yang keras juga karena adeegan seksnya yang cukup eksplisit untungnya badan sensor film bekerja dengan baik untuk bagian tersebut. akhirnya atomic blonde menjadi film spionase yang meski tidak tampil baik penceritaanya tetapi tampil apik dan spektakuler dalam adegan actionnya yang meski dengan porsi sedikit tapi mampu tampil maksimal dan mempesona sebagai film action spionase.

Selasa, 05 September 2017

Review Baby Driver

Baby (Ansel Elgort) seorang pembalap jalanan yang direkrut dan dipaksa bekerja oleh kepala geng kriminal Doc (Kevin Spacey) sebagai driver, demi melunasi hutangnya kepada Doc. setelah satu pekerjaan terakhir rencana baby untuk berhenti dan keluar dari dunia kriminal terpaksa harus Ia tunda tatkala Doc meminta baby kembali berkerja dengan ancaman akan melukai Baby dan orang-orang disekitar baby termasuk kekasih baby seorang pramusaji cantik bernama Debora (Lily James). hal yang diperparah dengan kehadiran anak buah Doc yang mengganggu rencana permapokan yang sudah disusun rapi oleh Doc. mampukah baby lolos dari situasi tersebut dan kembali ke kehidupan normalnya, tentunya kamu harus saksikan sendiri di bioskop kesayanganmu.

dari segi cerita mungkin kita tidak akan melihat hal yang benar-benar baru tentang perjalanan seorang pembalap yang terjebak di dunia kriminal dan berusaha keluar dari kehidupan tersebut demi kehidupan baru bersama orang yang dicintainya disertai dengan balutan aksi kejar-kejaran di jalanan dan baku tembak dengan diselipi kisah romantis dan jokes-jokes lucu khas Edgar Wright. tetapi yang menjadi keunggulan baby driver dibanding film film sejenisnya adalah kemampuan Edgar wright memadumadankan setiap backsound yang dia miliki dengan adegan yang ditampilkan menjadi pembedanya. nyaris sepanjang nyaris 113 menit durasinya kita akan terus mendengarkan lagu yang ditampilkan pas dengan plot adegan, mulai dari mengantar kopi saat meeting, sampai gerakan jari semuanya disertai musik yang sangat pas/eyecatching. 


instrumen musik menjadi elemen penting dari Baby Driver yang hebatnya tidak hanya didapat dari backsoundnya yang keren itu melainkan juga dari tiap gerak adegan itu sendiri mulai decikkan ban, suara mesin, suara bising knalpot hingga desingan peluru menjadi bagian pembangun musik itu sendiri yang sempurnanya bisa diharmonisasi dengan  musik backsound oleh Edgar Wright.

Applause juga patut ditunujukkan untuk setiap cast terasa tidak disia-siakan Edgar Wright semua mendapat porsi pas tanpa harus trlihat mendominasi.khusus untuk Ansel Elgort yang mampu memerankan misterius beserta selara musiknya dan kemampuan elgort mengekspresikan setiap musik yang Ia melalui gerakan yang Ia lakukan patut diacungi jempol. serta sosok cantik nan charming yang dibawakan oleh Lily James terasa cocok menjadi pendamping elgort yang cool dan misterius. serta jangan lupakan Geng penjahat dibawah pimpinan Kevin Spacey yang tampil dengan kharismanya yang dingin dan tatapan tajam. ada pula Jamie Foxx yang disini sukses menjadi sosok annoying, annoying yang saya maksud disini adalah sosok yang sangat menjengkelkan dengan gerak geriknya yang penuh curiga dan kelakuan sadis nan gila. hal yang sepertinya tidak pernah lupa meletakkan sosok yang menjengkelkan disetiap filmnya seperti yang dilakukannya di film sebelumnya seperti Hot Fuzz dan Shaun of The Dead. dan yang terakhir couple penjahat berdarah dingin yang dilakoni dengan baik oleh Eiza Gonzales dan John Hamm.

akhirnya meski dengan plot cerita yang sudah sering kita lihat Edgar Wright tetap mampu tampil beda dengan film lainnya. hal yang bukan tidak mungkin dikarenakan kemampuan edgar wright memadu-madankan unsur cerita sehingga terasa asik untuk diikuti juga deretan cast yang tampil menawan dan saling mengisi. akhir kata baby driver mungkin menjadi pembeda untuk film aksi balapan yang selama ini. ketimbang fokus kepada adegan aksi kebutan-kebutannya Edgar Wright mengajak kita ke lebih menikmati aksi balap dengan dukungaan musik yang solid. akhir kata selamat menikmati suguhan spesial Edgar Wright.

Rabu, 16 Agustus 2017

Review How To Be A Latin Lover

Pertama kali menonton How To Be A Latin Lover saya tidak pernah menduga bahwa film ini merupakan film bertema komedi keluarga. mungkin hal ini tidak lain dikarenakan pemilihan judulnya yang unik. saya sempat berfikir film ini akan seperti film komedi dewasa lainnya seperti 21 and over dan project x tetapi semakin diikuti teryata film ini lebih mengarah ke tema keluarga danyang tentu saja dibumbui komedi yang akan membuatmu tertawa terbahak bahak.

filmnya sendiri bercerita tentang Maximo (Eugenio Debrez) pria yang akhirnya menjadi penggoda para wanita kaya dengan harapan dapan menikahinya dan hidup nyaman tanpa harus bekerja karena dia tidak percaya apa yang dikatakan ayahnya bahwa kita mendapatkan apa yang kita usahakan bukan yang kita harapkan. namun setelah 25 tahun pernikahannya dengan seorang janda kaya maximo dicampakkan membuat dia harus pindah ke rumah adiknya Sara (Salma Hayek) yang tinggal besama anak laki-lakinya Hugo (Raphael Alejandro)  dimana di tempat itu maximo menyadari arti keluarga.

mungkin film how to be a latin lover terlihat sama dengan film komedi keluarga lainnya dengan formula yang sama dimana sang pemeran utama memanfaatkan segala yang ada disekitarnya guna mendapatkan tujuannya yang mana dalam upaya tersebut diselipi kekonyolan kekonyolan yang menggelitik perut dan perhalan -lahan hal tersebut membuat sang tokoh utama tanpa disadari menjalin ikatan dengan orang disekitarnya yang kemudian dilanjutkan menghancurkan hal tersebut akibat kecerobohannya sendiri yang kemudian diakhiri dengan usaha tokoh utama untuk memperbaiki hubungan dengan orang disekitarnya. memang terlihat klise tapi bagi saya sendiri masih sangat menikmati jalan ceritanya serta lawakkan-lawakkan yang dihadirkan jauh dari kesan vulgar seperti di film 21 and over dan koleganya. selain komedinya yang juga terlihat disini bagaimana relasi hubungan keluarga yang dihadirkan Maximo dengan Sara dan Hugo. untuk nama terakhir relasi hubungannya terlihat sangat natural dan mengingatkan saya dengan film speedy scandal dimana maximo menyuruh hugo untuk mendekati temannya agar Maximo bisa dekat dengan nenek temannya Hugo itu, serta jangan lupakan hubungan bromance Maximo dengan Rick (Rob Lowe) yang saling membantu sebagai sesama lelaki penggoda. selain itu tema latin kental dalam film ini ditandai dengan percakapan dan backsoundnya merupakan sedikit hal unik yang dapat kamu lihat di film ini. kembali ke komedi yang dtawarkan film ini sukses membuat saya tertawa terpingkal-pingkal melihat kekonyolan Maximo dengan tingkah laku dan gaya flamboyannya. seperti yang saya sebutkan sebelumnya lawakkan yang disampaikan jauh dari kesan vulgar murni dari tingkah laku dan situasi yang dialami tokoh utamanya. mungkin yang sedikit mengganggu karena team pria penggoda wanita kaya yang terlihat di film ini yang menjadi sedikit nilai negatif bagi saya. 

film How To Be A Latin Lover layak ditonton bagi kamu yang butuh hiburan dan gelak tawa dan dijamin kamu akan tertawa dibawanya selain itu juga kamu bisa menikmati hubungan keluarga yang hangat serta arti penting keluarga. How To Be A Latin Lover tontonan yang pas untuk menghibur anda diwaktu luang rutinitas anda guna sedikit meringankan urat tegang dengan lawakkannya yang jauh dari unsur vulgar.

Senin, 14 Agustus 2017

REVIEW ANNABELLE CREATION

      Siapa yang tidak kenal annnabelle boneka hantu yang langsung mencuri perhatian lewat kesuksesan film film conjuring. tidak butuh lama bagi annabelle untuk dibuat filmnya sendiri yang kelak akan memperkaya conjuring universe. walau mendapat kritikan karena tidak sesolid film conjuring annabelle tetap menghasilkan keuntungan yang besar yang memastikan akan dibuat sekuel selanjutnya atau lebih tepatnya prekuel. kalau di film pertamanya kita hannya mengetahui boneka annabelle tidak dijelaskan secara jelas asal-usul boneka annabelle makan di film keduanya ini semua itu akan terungkap selain itu dipertengahan film kita akan disuguhi sisipan spin off selanjutnya dari conjuring universe. dengan menunjuk David F Sanberg yang sempat mencuri perhatian dengan film horror buatannya light out sebagai sutradara dengan harapan prekuel annabelle ini dapat memperbaiki kesalahan kesalahan di film pertamanya dan luar biasanya hal itu dijawab dengan sempurna oleh david sempurna oleh David F Sanberg.
      Sedari awal kita sudah disuguhi atmosfer sunyi dari filmnya yang sukses membuat kita terhentak seolah menjadi salam perkenalan dari david s sanberg. padahal lucunya itu merupakan momen keluarga yang seharusnya penuh keceriaan tetapi dengan kejutan hening tanpa backsound sukses membuat kta terhentak. ceritanya sendiri dibuka dengan perkenalan keluarga mullins yang berprofesi sebagai pembuat mainan anak termasuk salah satunya boneka yang diberi nama annabelle sebagai penghormatan terhadap anaknya Bee yang meninggal akibat kecelakaan teragis berselang 12 tahun kemudian keluarga mullins mengijinkan sekelompok anak-anak dari panti asuhan untuk tinggal dirumah mereka dengan harapaan agar rumah tersebut kembali dipenuhi kerinangan suara anak anak yang mereka rindukan setelah kematian anak semata wayang mereka. naumn yang tak mereka sadari hal tersebut justru membawa malapetaka akibat terlepasnya kekuatan jahat yang siap meneror seluruh anggota rumah. sedari awal saya sudah dapat menikmati suasana horror yang disuguhkan , yang sukses memacu adrenalin penontonnya. david sanberg tahu persis cara mmemainka tempo dari suasana malam yang mencekam yang sukses membuat penonton tidak nyaman dan berharap pagi segera datang namun demikian pagi pun tidak menjadi seusatu yang aman david f sanber seolah mengisyaratkan tidak ada suatu yang benar benar aman di film ini suasana apapun dapat dibuat semencekam malam. 
     Cerita yang dibuat David F Sanberg terasa original meski diakui motif awalnya tetap sama yaitu memasukkan unsur pemanggilan roh tapi jelas cara David F Sanberg mengeksekusinya terkesan lebih baik dibanding film pertamanya yang mengangkat tema tentang sekte sesat yang tidak dijelaskan secara rinci. David F Sanberg sukses menyambungkan prekuel annabelle ini dengan cerita film pertamanya yang membuat semuanya jadi terlihat masuk akal. kredit juga patut diberikan pada dua aktor cilik Talitha Bateman yang berperan sebagai janice dan Lulu Wilson yang berperan sebagai linda yang sempat mencuri perhatian di film Ouija : Origin of Evil. keduanya sukses berbagi peran di paruh pertama dan kedua film. relasi keduanya pun sukses digambarkan dengan baik oleh David F Sanberg ini dimana mereka saling dimana mereka saling mendukung dan melindungi. diparuh awal film mungkin sosok janice diberi porsi lebih dibanding karakter lain hingga klimaks paruh awal menjadi penanda sosok linda mengambil alih panggung dengan penampilannya yang berani guna melindungi sang sahabat janice. dari awalm hingga akhir David F Sanberg terus memacu adrenalin dengan penampakan dan jump scare yang sukses membuat kita merasa tidak nyaman. penampakan sosok hantu dan jumps scare terasa tidak berlebihan. saya suka cara sanberg menampilkan sosok seram itu kita tahu sosok seram itu tapi kita tidak perah menduga kapan dan dari mana keluarnya sosok tersebut. david sanberg tahu benar cara mempermainkan adrenalin penontonnya sampai pada ending klimaks film dengan twist yang kita sangka.
      annabelle creation mungkin masuk dalam salah satu film horror terbaik tahun ini. terlepas dari filmnya yang pertama prekuel annabelle ini mendapat banyak peningkatan di tangan sutradara film light out origin cerita yang lebih solid porsi horror yang lebih baik bukan sekedar mengejutkan lebih dari itu atmosfer horror sudah dibangun sedari awal, tempo yang tidak pernah mengendur dari awal sampai akhir mendai beberapa kelebihan film ini dibandung film pertamanya juga jangan lupakan penampilan apik dua aktor cilik yang sukses dibawakan Lulu Wilson dan Talitha Bateman. bagi kalian penggemar film horror sepertinya layak menyisihkan waktu menikmati keseraman yang ditawarkan annabelle creation. dari saya selamat menikmati sensasi horror annabelle creation.