Pertama kali menonton How To Be A Latin Lover saya tidak pernah menduga bahwa film ini merupakan film bertema komedi keluarga. mungkin hal ini tidak lain dikarenakan pemilihan judulnya yang unik. saya sempat berfikir film ini akan seperti film komedi dewasa lainnya seperti 21 and over dan project x tetapi semakin diikuti teryata film ini lebih mengarah ke tema keluarga danyang tentu saja dibumbui komedi yang akan membuatmu tertawa terbahak bahak.
filmnya sendiri bercerita tentang Maximo (Eugenio Debrez) pria yang akhirnya menjadi penggoda para wanita kaya dengan harapan dapan menikahinya dan hidup nyaman tanpa harus bekerja karena dia tidak percaya apa yang dikatakan ayahnya bahwa kita mendapatkan apa yang kita usahakan bukan yang kita harapkan. namun setelah 25 tahun pernikahannya dengan seorang janda kaya maximo dicampakkan membuat dia harus pindah ke rumah adiknya Sara (Salma Hayek) yang tinggal besama anak laki-lakinya Hugo (Raphael Alejandro) dimana di tempat itu maximo menyadari arti keluarga.
mungkin film how to be a latin lover terlihat sama dengan film komedi keluarga lainnya dengan formula yang sama dimana sang pemeran utama memanfaatkan segala yang ada disekitarnya guna mendapatkan tujuannya yang mana dalam upaya tersebut diselipi kekonyolan kekonyolan yang menggelitik perut dan perhalan -lahan hal tersebut membuat sang tokoh utama tanpa disadari menjalin ikatan dengan orang disekitarnya yang kemudian dilanjutkan menghancurkan hal tersebut akibat kecerobohannya sendiri yang kemudian diakhiri dengan usaha tokoh utama untuk memperbaiki hubungan dengan orang disekitarnya. memang terlihat klise tapi bagi saya sendiri masih sangat menikmati jalan ceritanya serta lawakkan-lawakkan yang dihadirkan jauh dari kesan vulgar seperti di film 21 and over dan koleganya. selain komedinya yang juga terlihat disini bagaimana relasi hubungan keluarga yang dihadirkan Maximo dengan Sara dan Hugo. untuk nama terakhir relasi hubungannya terlihat sangat natural dan mengingatkan saya dengan film speedy scandal dimana maximo menyuruh hugo untuk mendekati temannya agar Maximo bisa dekat dengan nenek temannya Hugo itu, serta jangan lupakan hubungan bromance Maximo dengan Rick (Rob Lowe) yang saling membantu sebagai sesama lelaki penggoda. selain itu tema latin kental dalam film ini ditandai dengan percakapan dan backsoundnya merupakan sedikit hal unik yang dapat kamu lihat di film ini. kembali ke komedi yang dtawarkan film ini sukses membuat saya tertawa terpingkal-pingkal melihat kekonyolan Maximo dengan tingkah laku dan gaya flamboyannya. seperti yang saya sebutkan sebelumnya lawakkan yang disampaikan jauh dari kesan vulgar murni dari tingkah laku dan situasi yang dialami tokoh utamanya. mungkin yang sedikit mengganggu karena team pria penggoda wanita kaya yang terlihat di film ini yang menjadi sedikit nilai negatif bagi saya.
film How To Be A Latin Lover layak ditonton bagi kamu yang butuh hiburan dan gelak tawa dan dijamin kamu akan tertawa dibawanya selain itu juga kamu bisa menikmati hubungan keluarga yang hangat serta arti penting keluarga. How To Be A Latin Lover tontonan yang pas untuk menghibur anda diwaktu luang rutinitas anda guna sedikit meringankan urat tegang dengan lawakkannya yang jauh dari unsur vulgar.